Bayangan kamu itu melebihi hantu, aku selalu ketakutan mengingat semua masa itu.
Kamu selalu membuat aku mengingat apa yang tidak seharunya aku ingat, karna itu akan menorekan luka di hati aku.
Apa kamu sadar ini selalu membuat aku tersiksa dengan semua ukiran yang dulu pernah kita ukir berdua menjadi kenangan?
Sadar kah kamu atas itu?
Aku terlalu terluka dengan semua sikap kamu yang selalu memaksa aku menyentuh kenangan.
Terdampar oleh bayang bayang dirimu yang selalu berputar dihari hari ku.
Menyentuh pikiran ku dan membuat aku selalu diam terpaku menengok kebelakang.
Kamu bagai seorang pahlawan kesiangan yang merusak segalanya.
Membuat aku selalu menoleh kebelakang dan membuat hati aku tergores luka hingga yang aku rasa hanya perih karna perpisahan?
Entah mengapa aku mejadi bodoh sperti ini seakan otak ku telah di penuhi oleh bayang dirimu.
Kamu bilang harapan, dan seketika nanti mengilang dan menghancurkan semua harapan?
Hingga akhirnya aku lelah, dan sadar bahwa aku telah dipermainkan.
Inikah cara kamu menyakiti ku?
Inikah cara kamu membuat aku merasa bersalah karna pilihan ku?
Aku bagai boneka kecil mu yang dipermainkan.
Yang baru kamu beli diberi kasih sayang, dimanja, dan diberi sentuhan hangat, lalu setelah kau bosan tanpa kamu pikirkan kamu buang boneka kecil itu ke tempat pembuangan.
Dan kapan saja bisa kau ambil tanpa memikirkan perasaan boneka kecil itu.
Apakah kamu tidak mengijinkan boneka kecil itu untuk bahagia, apakah melihat tangis nya adalah suatu kebahagiaan buat kamu?
Ajari aku caranya melupakan, ajari aku mengapus semua kenangan.
Karna nyatanya jatuhnya airmata ku hanya disebakan oleh dirimu.
Buat diri ku menjadi seorang yang kuat akan untuk tidak menangis.
Karna setelah mengenal mu aku menjadi kenal dengan airmata.
Karna setelah mengenal mu aku menjadi kenal dengan airmata.
Aku hanya ingin tertawa, menemui hal baru yang buat aku kembali akan keceriaan tanpa meratap dalam sepi.
Meniadakan semua kenangan yang hanya membuat aku meratap kenangan.
Sehingga aku MATI RASA AKAN LUKA YANG PERNAH KAMU UKIR.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar